twitter
Jln. Raya Jemursari 244. Surabaya.
Info: 081234506326 - 081233752227.
PIN BB: 53B4EFD8 - 2A1CE131

Pages

Selasa, 22 Desember 2015

World of Cuisines - JEPANG

Sajian Ramen Dalam Budaya Jepang

Selama 7 (tujuh) tahun bukanlah waktu yang sebentar bagi Ir. Lilies Prihantini dan keluarga untuk tinggal di Jepang, tepatnya di Hirosima. Salah satu dosen pengajar di kampus Tristar Institute BSD ini, menuturkan bahwa negara yang dijuluki matahari terbit ini memegang teguh nilai-nilai tradisi warisan budaya leluhur mereka. Untuk memperkenalkan budaya kuliner Jepang di World of Cuisines, Chef Lilies mengenakan pakaian adat Jepang yang disebut Kimono ini mengajak membuat salah satu kuliner Jepang yang praktis dan enak untuk dicoba, yaitu Sapporo Miso Ramen.


Bagi pecinta kuliner, nama mie ramen sangat populer terutama di film-film kartun Jepang. Karena memiliki citarasa yang cukup lezat dan menggoda selera, banyak restoran Jepang yang menyediakan ramen sebagai menu andalan. Penasaran ingin membuat ramen sendiri?
“Bahan untuk membuat ramen cukup gampang, hanya tepung terigu, telur dan air. Bisa juga ditambahkan penstabil sesuai dengan ukuran, agar hasil mie ramen tetap kenyal dan bahan ini bisa juga ditinggalkan. Untuk caranya, semua bahan diaduk hingga menjadi adonan yang menyatu, lalu dipipihkan dan dipotong dengan bantuan mesin mie. Dengan begitu, hasil ramen buatan sendiri ini rasa, aroma dan teksturnya lebih fresh” terang Chef. Lilies.


 RAMEN

Bahan:
•           500 gram        Tepung terigu protein tinggi (komugi-ko)
•           8 gram            Garam (shio)
•           3 gram            Bahan penstabil
•           100 gram        Telur ayam (tamago)
•           70 gram          Air (mizu)

Cara Membuat:
1.  Larutkan garam bersama bahan penstabil, air dan telur, aduk hingga larut dan tercampur.
2.      Aduk tepung terigu dengan mixer pada kecepatan rendah sambil menambahkan sedikit demi sedikit larutan diatas, aduk hingga menggumpal.
3.      Masukkan adonan ke dalam plastik, lalu tipiskan adonan hingga menjadi lembaran.
4.      Lakukan penipisan adonan menggunakan mesin pembuat mie, lakukan hingga adonan menjadi ketebalan yang dikehendaki.
5.      Potong adonan hingga membentuk untaian mie.


Ternyata cukup menyenangkan lho membuat ramen, Chef Lilies pun menyarankan jika membuat ramen sendiri sebaiknya langsung dimasak, karena tanpa menggunakan bahan pengawet jadi tidak tahan lama. Atau bisa juga di simpan dalam freezer terlebih dahulu sebelum diolah, karena ramen akan tahan kurang lebih selama 5 hari.


Sapporo Ramen Terkenal Karena Rasanya

Dalam penyajiannya ramen cukup variatif. Chef. Lilies menceritakan, bahwa nama sajian ramen di Jepang sering kali diidentikan dari nama-nama kota, seperti Tokyo miso ramen atau Sapporo miso ramen yang cukup terkenal. Dan di Jepang sendiri, biasanya orang-orang menikmati sajian ramen sambil santai baca komik, ditemani minuman bir dan air putih. Wah mengasyikan !
“Setelah tahu cara membuat mie ramen, untuk aplikasinya, saya buatkan Sapporo miso ramen. Di Sapporo, ibu kota Hokkaido, pulau paling utara di Jepang ini yang terkenal akan kuliner mie ramen. Hampir siapa pun yang berkunjung ke tempat ini selalu mencari keragaman masakan Jepang yang lengkap bertema ramen” ungkapnya.
Dengan kepiawaiannya, Chef. Lilies menyebutkan satu persatu bahan yang digunakan dalam membuat Sapporo miso ramen dalam bahasa Jepang. Berikut kita hadirkan resep dan cara membuat mie ramen yang praktis dari bahan sendiri dan halal yang bisa diaplikasikan dengan citarasa mie ramen dari kota Sapporo.

 SAPPORO MISO RAMEN

Bahan:
•           250 gram        Mie ramen
Kuah:
•           3 batang         Daun bawang (Negi)
•           6 cm               Jahe (Shoga), dicincang
•           Secukupnya   Tulang ayam
•           1 buah            Bawang bombay (Tama Negi)
•           1 buah            Wortel (Ninjin), cincang kasar
•           100 ml            Sake
•           30 ml              Kecap asin (Shoyu)
•           4 butir             Bawang putih (Ninniku), diiris
Topping:
•           100 gram        Daging ayam (Tori Niku), potong dadu
•           5 cm                Wortel (Ninjin), iris korek api, rebus 3 menit
•           200 gram        Tauge (Moyashi)
•           15 ml              Minyak wijen (Goma-Abura)
•           1 buah            Cabe merah kering (Togarashi), diiris kecil
•           2 batang         Daun bawang (Negi), diiris halus
•           2 butir            Bawang putih (Ninniku), dicincang halus
•           Secukupnya   Minyak cabe (Togarashi-Abura)
•           Secukupnya   Garam (Shio)
•           Secukupnya   Nori

Cara Membuat:
1.   Rebus air secukupnya hingga mendidih, lalu masukkan tulang ayam, rebus hingga tulang berubah warna, angkat. Buang airnya dan tulang dibilas dicuci.
2.    Rebus lagi 2 liter air yang baru, ditambah tulang (1), tambahkan bahan-bahan kuah kecuali miso dan shoyu. Setelah mendidih kecilkan api, masak sekitar 2 jam.
3.      Rebus mie ramen hingga agak lunak, angkat dan tuang dalam air dingin, tiriskan.
4.    Panaskan minyak wijen, tumis daging ayam dan cabe, aduk hingga daging berubah warna. Masukkan wortel dan tuang air kaldu (1 liter), masak sekitar 5 menit.
5.   Ambil sekitar 60 ml dari kuah (4), tambahkan miso dan shoyu, aduk rata, lalu tuang kembali dalam ai kuah. Masak hingga mendidih, tambahkan tauge, masak sebentar, angkat.
6.      Letakkan ramen dalam mangkuk saji/cawan, lalu tambahkan kuah yang berisi daging, wortel dan tauge diatasnya. Sajikan dengan taburan daun bawang, bawang putih cincang, nori dan minyak cabe.


Dengan adanya World of Cuisine ini diharapkan bisa menjadi destinasi wisata. Jadi tunggu apalagi di kampus Akpar Majapahit & Tristar Institute menyediakan fasilitas untuk belajar beragam kuliner mancanegara. *Upi


Kampus Akademi Pariwisata Majapahit
Kampus Mojokerto | Jl. Raya Jabon KM 07, Mojokerto
E-mail : akparmajapahit@gmail.com

Graha Tristar | Jl. Raya Jemursari 244, Surabaya
Tel. (031) 8480821-22. 8433224-25. 8410109
Hp. 081233752227, 081234506326
Blackberry PIN : 2A1CE131 ; 2B517ECB ; 2B425821 ; 53B4EFD8
Fax. (031) 8432050

www.majapahit.org / www.matoa.info

Tidak ada komentar:

Posting Komentar