twitter
Jln. Raya Jemursari 244. Surabaya.
Info: 081234506326 - 081233752227.
PIN BB: 53B4EFD8 - 2A1CE131

Pages

Selasa, 19 Januari 2016

Tristar Institute BSD – Pengetahuan Makanan Indonesia

Kenalkan Ragam Kuliner Khas Daerah

Indonesia dikenal sebagai negeri yang kaya. Tak hanya hasil alam yang melimpah, namun dengan beragamnya daerah sehingga menghasilkan bermacam kuliner yang menggugah selera. Dimasing-masing daerah pasti memiliki ciri khas kuliner yang unik, menarik dan penuh cita rasa. Terlebih lagi bagi para mahasiswa Tristar Institute BSD yang dominan berasal dari berbagai daerah ini berbagi cerita akan makanan khas daerahnya masing-masing, seperti Betawi, Pontianak, Medan ataupun Tanah Karo (Sumatera Utara). Nah, kali ini mahasiswa Tristar Institute BSD berbagi, tentang 4 (tiga) resep kuliner daerah dari Betawi, Pontianak, Medan & Tanah Karo.


Pengetahuan makanan Indonesia merupakan mata kuliah praktek untuk penguasaan keterampilan, pengolahan dan penyajian makanan nusantara, dengan pembahasan yang meliputi konsep dasar pengolahan makanan Indonesia, karakteristik makanan daerah-daerah, bumbu-bumbu dan rempah, serta kebiasaan makan di Indonesia.

 “Pada materi kuliah ini mahasiswa diharapkan lebih mengenal masakan daerah bukan dari namanya saja, tapi bisa langsung praktek sehingga mengetahui proses memasaknya dan dapat mencicipi sensasi citarasa dari seluruh masakan daerah. Dimana setiap daerah memiliki beragam bumbu dan rempah yang memiliki peranan penting dalam setiap masakan. Jadi mahasiswa musti mengenal ragam kuliner daerah yag ada di Indonesia” ungkap Chef Mahmudi, M.Par, salah satu dosen pengajar kuliner.
Sebagai contoh berikut beberapa jenis kuliner daerah yang dibuat mahasiswa Tristar Institute BSD, antara lain Soto Betawi dari Jakarta, Bubur Pedas dari Pontianak, Ikan Mas Naniarsik dari Medan dan Cipera dari Tanah Karo (Sumatera Utara). Semua menu-menu itu tersaji cukup menarik.

          Soto Betawi Dari Jakarta
Willy Santoso, Matthew Evan dan Gendis Ariani, ketiga mahasiswa ini sudah lama tinggal di Jakarta sehingga tak asing akan kuliner Jakarta atau yang dikenal dengan Betawi ini. Nah salah satu kuliner yang populer adalah Soto Betawi. Seperti halnya soto pada umumnya, soto Betawi menggunakan jerohan. Selain jerohan, seringkali organ-organ lain juga disertakan, seperti mata, dan juga hati. Yang menjadi khas dalam soto betawi selain menggunakan santan/krim susu adalah dengan menyertakan irisan kentang dan emping melinjo sebagai pengganti kerupuk.

Soto Betawi
 Bahan:
·         250 gram         Daging sapi, potong dadu     
·         200 gram         Kentang, potong dadu, tumis
·         500 ml             Santan
·         1500 ml           Air
·         5 sdm              Minyak goreng
Bumbu halus:
·         5 buah             Cabe merah
·         15 buah           Bawang merah
·         8 siung             Bawang putih
·         10 gram           Merica bubuk
·         15 gram           Lengkuas
·         5 gram             Kunyit
·         10 gram           Jinten
·         10 butir            Kemiri
·         3 lembar          Daun salam, biarkan utuh
·         5 lembar          Daun jeruk, biarkan utuh
·         1 batang          Serai, memarkan
·         Secukupnya     Gula pasir & garam
Pelengkap:
·         1 butir              Telur ayam, rebus
·         2 buah             Tomat
·         1 batang          Daun bawang, potong halus
·         Secukupnya     Bawang goreng, emping goreng, sambal cabe rawit

Cara Membuat:
1.      Rebus daging dengan air sampai lunak, angkat potong dadu dan saring air kaldunya 1 liter.
2.      Panaskan minyak. Tumis bumbu halus, daun salam, daun jeruk dan serai sampai harum. Masukkan daging dan kentang, aduk rata.
3.      Tuang kaldu dan sangan, masak sampai mendidih.
4.      Sajikan dengan pelengkap dan sambal.

 Bubur Pedas  Dari Pontianak
Menurut Lisa Angela, mahasiswi asal Pontianak ini menceritakan bahwa bubur pedas pembuatannya cukup unik. Dibuat dari beras yang ditumbuk halus dan disangrai dengan kelapa parut menghasilkan citarasa yang luar biasa unik. Bubur ini sangat kaya akan gizi dan rempah serta sayuran, jadi tidak heran jika bubur asal Pontianak ini lebih enak disantap saat masih hangat. Belum lagi paduan kacang goreng plus ikan teri kering penambah citarasa. Nah, yang pengen coba membuatnya sendiri di rumah, berikut resepnya yang bisa dicoba:  

Bubur Pedas (Pontianak)
Bahan:
·         250 gram         Beras, cuci bersih, tiriskan
·         100 gram         Kelapa parut
·         150 gram         Daging sapi atau kikil sapi
·         100 gram         Wortel, potong dadu
·         100 gram         Ubi jalar, potong dadu
·         1 ikat               Kangkung, potong-potong
·         100 gram         Jagung manis, disisir
·         1 ikat               Daun pakis, ambil daun
·         100 gram         Daun kesum, diiris tipis-tipis
·         1000 ml           Air
Bumbu:
·         2 lembar          Daun salam
·         1 batang          Serai, memarkan
·         2 cm                Lengkuas, memarkan
·         3 butir              Bawang merah, haluskan
·         1 siung             Bawang putih, haluskan
·         1 buah                         Cabe merah, haluskan
·         1/2 sdt             Merica bubuk
Pelengkap:
·         100 gram         Kacang tanah, goreng
·         50 gram           Ikan teri, goreng
·         Secukupnya     Bawang goreng
·         Secukupnya     Jeruk limau
·         Secukupnya     Sambal cabe rawit

Cara Membuat:
1.      Sangrai beras dan kelapa parut sampai kuning kecokelatan, tumbuk halus.
2.      Siapkan air, rebus daging/kikil sapi hingga matang. Masukkan bumbu halus, daun salam, serai, lengkuas, aduk rata.
3.      Masukkan beras tumbuk, aduk-aduk hingga mengental.
4.      Masukkan wortel, jagung, kangkung, ubi jalar, pakis dan daun kesum, aduk dan masak dengan api kecil hingga matang, angkat.
5.      Sajikan bersama bahan pelengkap.


Ikan Mas Naniarsik khas Batak
Bertandang ke Sumatra Utara, ada begitu banyak wisata kuliner khas yang patut dicoba.  Eva Asih, salah satu mahasiswi asal Sumatra ini bernostalgia akan makanan khas Batak yang sering ia nikmati bersama keluarga. Ikan mas yang dimasak dengan bumbu arsik merupakan makanan khas dari Sumatra Utara yang mungkin banyak diantara anda belum pernah mencicipi atau bahkan baru mendengar namanya.
Makanan ini memiliki ciri khas rasa asam manis pedas gurih yang sangat cocok disajikan sebagai menu makanan sehari-hari. Yang menjadi ciri khas lain dalam masakan ikan bumbu arsik ini adalah sisik ikan yang masih menempel utuh. Memang sangat unik citarasanya, selain rasanya yang enak dan nikmat, proses membuatnya pun sangat mudah dilakukan oleh siapapun hanya dengan cara yang sederhana seperti berikut ini:

Ikan Mas Naniarsik
Bahan:
·         500 gram         Ikan mas segar, siangi
·         1 liter               Air
·         5 buah                         Asam Galugur
·         250 gram         Bawang Batak, siangi
·         10 batang        Serai, memarkan
·         5 lembar          Daun jeruk
·         100 gram         Kacang panjang
·         10 cm              Lengkuas, memarkan
·         50 gram           Cabe rawit
·         1 buah                         Jeruk nipis
Bumbu Halus:
·         300 gram         Bawang merah
·         100 gram         Bawang putih
·         200 gram         Cabe merah
·         10 gram           Kemiri, sangrai
·         10 gram           Jahe
·         50 gram           Kunyit, sangrai
·         20 gram           Andaliman
·         Secukupnya     Garam

Cara Membuat:
1.      Lumuri ikan dalam dengan bumbu halus sampai rata. Masukkan kacang panjang dan 3-5 batang serai ke dalam perut ikan.
2.      Alasi dasar wajan dengan sisa serai sampai tertutup rapat. Letakkan ikan di atas serai dan tuangkan air.
3.      Tutup wajan dan masak di atas api kecil sampai mengering, angkat dan sajikan.


Cipera & Sambal Tasaktelu Dari Tanah karo
Beda daerah tentu beda pula kuliner khasnya. Masih di Sumatera Utara, tepatnya di Kabupaten Karo, mahasiswi bernama Yurista Erlea mengenalkan sajian khas dari Tanah Karo yang cukup menarik dan enak. Masakan Cipera dilengkapi Sambal Tasaktelu, memunculkan perpaduan citarasa yang unik.
Masih menurut Yurista, bahwa menu ini cukup gampang dibuat. Dengan bahan ayam kampung dan jagung yang digunakan dari bulir tua, disangrai dan ditumbuk halus, maka masakan ini menghasilkan kuah yang lebih kental.  Nah, ada juga bumbu khas yang digunakan dalam masakan ini yaitu asam cekala dan andaliman.

Cipera & Sambal Tasaktelu

Bahan:
·         1 ekor              Ayam kampung, potong-potong
·         200 gram         Jamur merang, potong-potong
·         100 gram         Bulir jagung tua, sangrai, haluskan
·         250 ml             Santan kental
·         750 ml             Santan cair
·         5 lembar          Daun jeruk
·         3 batang          Sereh, memarkan
·         2 buah                         Asam Cakala (Kecombrang)
·         1 buah                         Tomat merah, potong-potong
·         2 batang          Daun bawang, potong halus
Bumbu Halus:
·         10 buah           Cabe merah
·         6 butir              Bawang merah
·         4 siung             Bawang putih
·         3 butir              Kemiri
·         2 cm                Jahe
·         4 cm                Kunyit
·         Secukupnya     Garam, gula dan merica bubuk

Cara membuat:
1.      Tumis bumbu halus, sereh dan asam cikala sampai harum, tuang santan cair masak hingga mendidih.
2.      Masukan Ayam yang sudah dipotong, masak hingga ayam empuk.
3.      Masukkan jamur merang, santan kental dan jagung yang telah disangrai dan dihaluskan sambil terus diaduk hingga mengental. Masukan daun bawang dan tomat merah, aduk dan angkat. Sajikan.

Sambal Tasaktelu

Bahan:
·         60 gram           Cabe rawit hijau
·         10 gram           Andaliman
·         6 buah                         Hati ayam
·         5 buah                         Ampela ayam

Cara Membuat:
1.      Rebus hati ayam dan ampela dalam masakan cipera hingga matang, angkat.
2.      Haluskan hati ayam, cabe hijau dan andaliman, sisishkan. Potong-potong ampela, sisihkan.
3.      Tumis hati ayam giling dan ampela, masak hingga tercampur rata, angkat. Sajikan.

Belajar kuliner tidak sekedar mempelajari resep masakan dan mencobanya. Melihat banyaknya detail yang harus dipelajari, dan Tristar Institute BSD memberikan kemudahan bagi mahasiswa/i dalam mengeksplorasi dan mengekspresikan kreatifitasnya. Jadi tunggu apalagi, Tristar Institute BSD pilihan yang tepat untuk belajar menjadi chef profesional. *Upi


Tristar Institute
School of Culinary – Baking Pastry Art, S1 Food Technology, Hospitality, Cruise,
D3 Hotel & Culinary Business


Kampus Tristar Institute, ada di:
Surabaya || Jl. Raya Jemursari 244
Telp. 031-8433224, 0813 5786 6283, PIN. 2B517ECB

Surabaya || Jl. Prapen Indah J-5
Telp. 081216181016, 081233752227,  PIN. 25D164CF

Surabaya || Jl. Raya Kaliwaron 58 -60
Telp. 031-5999593, 0822 3005 9993, 085895799993, PIN. 5BOD4B28; 595410A6

Kota Batu || Jl. Bukit Berbunga No. 10
Telp. 0341-3061525, 0812 3253 9310, PIN. D34223AE

Tangerang || Jl. PahlawanSeribu – Raya SerpongRuko BSD Sektor 7 Blok RL 31-33
Telp. 021-5380668, 0813 3656 3094, 081232539310, PIN. D34223AE

Bogor || Jl. Raya Tajur No. 33
Telp. 081217929008, 082231372022, PIN. 53B4EFD8, 2A6A1F4E

Galaxy Academy
Ruko Royal Serpong Village No. 901 WTC Matahari Mall Serpong 
Telp. 0822 4466 6266, 0822 3414 4243 PIN. 2BBAF0C5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar