twitter
Jln. Raya Jemursari 244. Surabaya.
Info: 081234506326 - 081233752227.
PIN BB: 53B4EFD8 - 2A1CE131

Pages

Senin, 12 Desember 2016

Tristar Institute - Perjalanan Wisata & Kursus Kuliner Di 3 Negara Asia Tenggara (Part. 2 – Brunei Darussalam)

Wisata Kuliner & Membuat Menu Ambuyat

Pertama kali datang ke Brunei Darussalam, Saya banyak menemukan fakta menarik mengenai negara kecil tetapi makmur ini. Karena hanya menginap semalam saja, pastinya tidak mempunyai terlalu banyak waktu untuk menjelajah tiap sudut Brunei Darussalam. Berikut beberapa tempat wisata yang sempat kita (Upi Palupi & Nurul H.) kunjungi:


Berkunjung Ke Beberapa Masjid Besar Di Brunei Darussalam
Jika tertarik mencari wisata rohani Islam di Asia Tenggara, Brunei bisa menjadi alternatif. Ada dua masjid besar di Bandar Seri Begawan yang tidak bisa saya lewatkan, yaitu masjid Jame'Asr Hassanil Bolkiah, masjid terbesar di Brunei yang dibangun untuk merayakan kejayaan sultan. Pilihan lain adalah masjid Omar Ali Saifuddien yang menjadi pusat kehidupan di Distrik Bandar. Keduanya adalah masjid yang megah di Brunei Darussalam.


·         Masjid Jame'Asr Masjid Hassanil Bolkiah.
Jame’Asr Masjid Hassanil Bolkiah ini adalah masjid terbesar Brunei dengan empat menara megah yang mendominasi ‘pinggiran’ dari Bandar Seri Begawan. Karena sultan adalah penguasa dinasti ke-29, karena itu masjid ini dihiasi dengan 29 kubah emas. Sehingga pada malam masjid akan terlihat menyala seperti api emas.


·         Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin.
Sementara masjid Sultan Omar Ali Saifuddin adalah masjid yang cukup tua dan masjid ini merupakan contoh dari Arsitektur Islam modern. memadukan Arsitektur Mughal dengan gaya Italia yang memadukan secara unik unsur Renaissans arsitektur Italia dengan nuansa yang bernilai Islami. Ciri khas yang paling mengagumkan dari Masjid ini adalah kubahnya yang dilapisi emas murni. Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin dengan menara masjid menjulang setinggi 52 meter (171 kaki) dan dapat dipandang dari setiap sudut kota Bandar Seri Begawan.

Pasar Malam Gadong, Obyek Wisata Kuliner Favorit Di Malam Hari.
“Kak, begitu saya memanggil Nurul Agustyorini untuk menanyakan kalau malam tempat favorit orang – orang Brunei menghabiskan waktu dimana ya?” Dengan rasa penasaran, karena ini adalah kunjungan pertama ke Brunei Darussalam. Tanpa banyak jeda, Kak Nurul yang memandu saya selama di Brunei langsung menjelaskan keberadaan Pasar Malam Gadong sambil mengarahkan mobilnya kesana.
Belakangan saya baru tahu kalau Gadong adalah suatu tempat di Bandar Seri Begawan yang terkenal dengan pasar malamnya. Bahkan ini adalah pasar malam paling terkenal Brunei Darussalam. Di Pasar Gadong terdapat banyak tenda yang menjual jajanan dan panganan di dekat pusat perbelanjaan besar di Gadong.

Ada banyak jajanan, kudapan dan makanan bisa ditemukan di Pasar Malam Gadong. Setiap penjual di pasar gadong menawarkan setiap panganan yang dimasak secara langsung disana. Mulai dari sate dan ikan bakar, ayam bakar dan kue khas melayu (pancake manis diisi dengan kacang, kismis dan gula). Banyak jajanan unik-unik yang saya temui, seperti kue wajid (kue wajik), kue kelupis, pais ubi, kue penyaram (kue cucur) dan kue selurut. Orang lokal banyak mengenalnya dengan Jelurut, Selurut atau Celurut. Selurut ini adalah kue camilan tradisional yang manis nan lembut ketika dikunyah, terbuat dari tepung beras dan santan. Kue ini biasanya dibungkus dengan daun nipah dan janur hingga berbentuk kerucut. Waktu saya coba sih rasanya agak mirip dengan kue lapis, tapi Selurut ini lebih lembut.

Kampong Ayer, Destinasi Yang Unik Di Brunei & Sayang Jika Dilewatkan
Kampong Ayer, atau juga dikenal dengan Desa Air (Melayu: Kampung Air) adalah sebuah daerah di Ibukota Brunei Bandar Seri Begawan yang terletak di atas Brunei Bay. Uniknya semua bangunan yang ada di Kampong Ayer ini dibangun di atas rumah panggung yang berada di atas Sungai Brunei, termasuk rumah, masjid, restoran, toko-toko, sekolah, dan bahkan rumah sakit yang memiliki fasilitas modern termasuk AC, televisi satelit, akses internet, pipa air bersih, dan listrik.

Tempat ini dijuluki Venice of the East, dan menjadi warisan budaya yang dijaga keasliannya oleh pemerintahan Brunei. Untuk bisa sampai ke perkampungan ayer ini, terdapat taksi air yang menyediakan angkutan cepat dari daratan ke Kampong Ayer. Sebagian taksi ini menyerupai kapal cepat kayu panjang. Kalau ada banyak waktu, sempatkan berkunjung ke Kampong Ayer, lha...! Saya kemarin hanya sempat melihatnya dari kejauhan karena padatnya jadwal.

Kuliner Khas Brunei Darussalam “Belajar Membuat Menu Ambuyat”
Posisi Brunei yang berada di Pulau Kalimantan membuat masakannya sangat mirip dengan Indonesia dengan sedikit campuran Tionghoa. Buat saya, berkunjung ke suatu negara baru akan terasa sangat kurang sekali kalau tidak mencoba kuliner setempatnya.

Kak Nurul dan suaminya (Bpk Oky), pemandu kita mengatakan kalau sebenarnya makanan di Brunei Darussalam itu banyak yang mirip dengan di Malaysia dan Indonesia. Wajar sih, karena sebenarnya kita masih satu rumpun, apalagi lokasi Brunei kan juga satu daratan dengan Kalimantan. Namun, untuk yang unik, kali ini kita belajar memasak menu Ambuyat di dapur uji milik Nurul Agustyorini.



Bertempat disebuah rumah dikawasan Mata-Mata – Gadong, Brunei Darussalam, kita (Upi Palupi & Nurul H.) belajar membuat masakan menu ambuyat. Diterangkan oleh Kak Nurul, bahwa ambuyat adalah sajian khas Brunei yang berupa bubur kanji dan dibuat dari tepung sagu atau Ambulung dalam bahasa melayu Brunei. Cara memasaknya, tepung sagu ini dituangi dengan air panas sehingga menjadi bahan yang sedikit kental dan lengket, berwarna putih mirip lem. Tentu saja rasanya hambar alias tidak ada rasanya. Oleh kerana Ambuyat berfungsi sebagaia nasi, dan tidak berperasa maka diberi cocolan cacah yang menyertainya. "Cacah" adalah sambal cair pencelup Ambuyat, rasanya masam, sedikit pedas dan sedap. Di samping itu, Ambuyat dihidangkan bersama bermacam laut pauk.

Lauk tersebut biasanya, ikan masak antap (ikan masin panggang), ikan masin lemak, gulaian pucuk rebung masak lemak, dadah tahai masak api (ikan diasap bumbu bercili), ulam-ulaman (lalapan), sambal belacan / terasi, cencaluk (udang diawetkan), cacah binjai (saus buah binjai), daging lalap (macam dendeng) dan masih banyak lagi.

Di sebuah meja, ditata dengan rapi beberapa mangkuk yang terdiri dari mangkuk besar ambuyat dan beberapa mangkuk kecil yang mungkin merupakan teman makan ambuyat. Mangkuk utama berisi ambuyat yang terlihat unik sekali, karena warnanya yang putih dan bentuknya yang lengket seperti lem.


Untuk makan ambuyat kita harus menggunakan candas, yaitu sumpit khas untuk Ambuyat. Dengan telatennya Kak Nurul memberi contoh cara menggunakan alat dari bambu yang bentuknya mirip sumpit ini. Bedanya kalau sumpit terdiri dari dua batang bambu yang terpisah, maka candas tetap bersatu diujungnya sehingga mirip jepitan dari bambu. Alat bernama candas ini mungkin dibuat karena pada waktu itu tidak ada alat lain yang dipandang cocok untuk menikmati ambuyat sewaktu masih hangat. Saya segera mengambil ambuyat dengan candas, kemudian menariknya keatas dan kemudian membuat gerakan memutar untuk memutuskan ambuyat tadi. Segera ambuyat dicocolkan dengan cacah yang ada di piring kecil lalu langsung ditelan begitu saja. Wah lumayan sedap dan asyik menikmati ambuyat ini.

Nah, jadi kalau kebetulan terbang ke Brunei Darussalam dan berlibur kesana, sudah enggak bingung lagi mau ngapain, dan mau kemana saja? *Upi

Tristar Institute
School of Culinary – Baking Pastry Art, S1 Food Technology, Hospitality, Cruise,
D3 Hotel & Culinary Business


Kampus Tristar Institute, ada di:
Surabaya || Jl. Raya Jemursari 244
Telp. 031-8433224, 0813 5786 6283, PIN. 2B517ECB

Surabaya || Jl. Prapen Indah J-5
Telp. 081216181016, 081233752227,  PIN. 25D164CF

Surabaya || Jl. Raya Kaliwaron 58 -60
Telp. 031-5999593, 0822 3005 9993, 085895799993, PIN. 5BOD4B28; 595410A6

Kota Batu || Jl. Bukit Berbunga No. 10
Telp. 0341-3061525, 0812 3253 9310, PIN. D34223AE

Tangerang || Jl. PahlawanSeribu – Raya SerpongRuko BSD Sektor 7 Blok RL 31-33
Telp. 021-5380668, 0813 3656 3094, 081232539310, PIN. D34223AE

Bogor || Jl. Raya Tajur No. 33
Telp. 081217929008, 082231372022, PIN. 53B4EFD8, 2A6A1F4E

Galaxy Academy
Ruko Royal Serpong Village No. 901 WTC Matahari Mall Serpong 
Telp. 0822 4466 6266, 0822 3414 4243 PIN. 2BBAF0C5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar