twitter
Jln. Raya Jemursari 244. Surabaya.
Info: 081234506326 - 081233752227.
PIN BB: 53B4EFD8 - 2A1CE131

Pages

Minggu, 22 Januari 2017

Akademi Pariwisata Majapahit – Kuliah S2 Di Semarang



Kuliah Sambil Jelajah Wisata Kota Semarang

Sebanyak 24 dosen dan karyawan Akpar Majapahit yang menempuh pendidikan tinggi Program Pascasarjana (S2) di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia (STIEPARI) Semarang, berkesempatan menambah wawasan mengenal lebih dekat berbagai keunggulan pendidikan pariwisata khususnya manajemen pariwisata. Belajar (kuliah) sambil berwisata di kota Semarang, siapa yang tidak mau?


Keinginan kuat Ir. Juwono Saroso, MM selaku owner Akademi Pariwisata Majapahit untuk meningkatkan kualitas dosen di lingkungan civitas akademika mewujudkan kompetensi pendidikan yang memiliki kapasitas, integritas serta berdaya saing. Demi mewujudkan hal tersebut, Ir Juwono Saroso, MM memberi kesempatan kepada dosen-dosen dan karyawan Akpar Majapahit untuk menempuh pendidikan lebih lanjut dibidang pariwisata.

Menempuh pendidikan tinggi (kuliah) S2 Manajemen Pariwisata di STIEPARI Semarang merupakan sebuah opsi yang menarik. Belajar di kota multi etnis dengan tingkat toleransi penduduknya yang tinggi menawarkan kenyamanan bagi siapa saja. Semarang sebagai tempat pendidikan dan pariwisata, kota ini menyediakan interaksi langsung dengan dunia global menjadi satu nilai tambah yang sulit ditemukan di kota lain. Kuliah sambil berwisata juga menjadi salah satu alasan bagi mahasiswa S2 dari Akademi Pariwisata Majapahit untuk menentukan kuliah di Kota Semarang.
 
Menimba pengetahuan bisa kita temui di berbagai tempat dengan waktu belajar yang serius dan cara yang menyenangkan. Setelah mendapatkan beberapa materi perkuliahan manajemen pariwisata dari para dosen STIEPARI seperti Dr. Ir. Bambang Dwiloka, MS, Dr. Dra. Sri Yuwanti, MA, MPd, dan ibu Haniek Listyorini, SE, MBA, kegiatan perkuliahan di Semarang ini dilakukan dalam suasana belajar yang menyenangkan. Selain teori yang diberikan dosen di kelas, belajar makin bertambah seru dengan aktivitas rekreasi menjelajah kota Semarang. Lantas objek wisata mana saja yang sayang dilewatkan jika kita singgah di kota Semarang?

Dipandu oleh Dr. Dra. Sri Yuwanti, MA, MPd, selaku dosen manajeman budaya, ditemani oleh dosen ibu Haniek Listyorini, SE, MBA dan Dr. Ir. Bambang Dwiloka, MS, rombongan dosen dan karyawan Akpar Majapahit yang menempuh pendidikan tinggi Program Pascasarjana (S2) di STIEPARI begitu menikmati perjalanan wisata keliling kota Semarang. Beberapa objek wisata yang sempat kita singgahi, diantaranya sebagai berikut:



 1.      Taman wisata Sam Po Kong, sebuah Klenteng yang keberadaan bangunannya cukup unik. Banyak orang terutama mereka yang warga keturunan Tionhoa menganggap bangunan ini adalah bangunan Klenteng tempat bersembahyang. Hal ini tidaklah mengherankan karena melihat arsitektur bentuk bangunan yang serupa dengan bangunan Klenteng pada umumnya. Selain itu bangunan ini juga memiliki aneka kelengkapan sembahyang seperti pada bangunan Klenteng lainnya.

Namun di sisi yang lain berdasarkan sejarahnya, bangunan ini didirikan oleh seorang Laksamana dari Tiongkok yang bernama Cheng Ho atau Zheng He yang merupakan seorang kasim yang beragama Islam, dan tercatat berlayar meninggalkan negeri Tiongkok dan mendarat di Semarang pada awal abad ke-15 Masehi. Di tempat inilah laksamana Cheng Ho kemudian mendirikan sebuah masjid untuk bersembahyang dan menyebarkan agama Islam. Jadi berdasarkan sejarahnya diyakini bahwa sebenarnya bangunan Klenteng ini adalah sebuah bangunan masjid.
Terlepas dari itu semua yang sebagai bangunan religius umat Konghuchu dan juga umat Islam, bangunan yang satu ini memang sungguh menarik dan Nilai gaya Arsitektur yang tinggi sehingga klenteng ini kental dengan nuansa Cina yang sangat kuat.




2.      Kota Tua Semarang & Museum Ronggowarsito. Berwisata ke semarang belumlah lengkap rasanya jika belum mengunjungi Kota Tua Semarang, namun sayang rombongan tidak bisa berhenti lantaran hujan. Ditempat ini kita bisa melihat sudut-sudut kota tua yang bangunan terkesan sangat kuno bercorak kolonial maupun bercorak khas negeri Tiongkok. Acara dilanjutkan menuju museum Ronggowarsito yang memiliki lebih dari 50.000 koleksi yang mempunyai nilai arkeologis, historis dan budaya. Terbagi dalam 10 jenis koleksi antara lain, koleksi geologika, koleksi biologika, koleksi etnografika, koleksi arkeologika, koleksi historika, koleksi numismatika, koleksi filologika, koleksi keramologika, seni rupa, teknologika.


3.      Vihara Buddhagaya Watugong, Sebuah ikon paling terkenal dari Vihara Buddhagaya ini adalah Pagoda Avalokitesvara atau biasa disebut Pagoda Metakaruna yang berarti pagoda cinta dan kasih sayang. Pagoda ini didirikan untuk menghormati Dewi Kwan Sie Im Po Sat yang dipercaya oleh umat Buddha sebagai dewi kasih sayang. Pagoda Avalokitesvara mempunyai tinggi 45 meter dan terdiri dari 7 tingkat yang menyempit ke atasujuh tingkat ini dimaknakan sebagai kesucian yang akan dicapai oleh pertapa setelah mencapai tingkat ke tujuh. Pagoda Avalokitesvara yang identik dengan perpaduan warna merah dan kuning khas bangunan Tiongkok ini diresmikan oleh MURI sebagai pagoda tertinggi di Indonesia pada tahun 2006.




4.      Lawang Sewu (Seribu Pintu), wisata Lawang Sewu ini tempat wisata di semarang berupa sebuah gedung kuno peninggalan bangsa Belanda pada jaman pejajahan dahulu. Lokasinya terletak di pusat Kota Semarang, tepatnya berada di Jalan Pemuda Semarang. Bangunan yang satu ini pada awal pembangunannya di tahun 1904 dipergunakan sebagai kantor dari perusahaan Perkeretaapian Belanda. Jadi pada jaman dahulu semua kegiatan perkeretaapian Belanda di Jawa Tengah dan Yogyakarta dipusatkan di Bagunan ini dan termasuk bagunan termegah pada zamannya dan masih bisa dilihat saat mengunjungi Kota Semarang. Lawang Sewu saat ini bangunan bersejarah di Semarang yang sudah tidak digunakan lagi, sehingga bangunan ini terkesan angker. Namun karena kesan angker inilah Lawang Sewu mendapatkan daya tariknya. Kesan angkernya lebih diperkuat lagi dengan digunakannya bangunan ini sebagai penjara bawah tanah pada masa penjajahan Jepang. Banyak sekali ruangan-ruangan sempit yang berada di bawah tanah yang dijadikan sel-sel para tahanan perang pada masa penjajahan. Walaupun angker tapi tempat ini sudah banyak mengalami perbaikan dan sekarang ini masih digunakan sebagai salah satu tempat wisata di Semarang yang sangat populer.


Sebuah jelajah wisata kota Semarang yang seru bersama dosen dan rombongan mahasiswa dari Akpar Majapahit yang sedang menyelesaikan kuliah S2 program studi Manajemen Pariwisata di STIEPARI. Sampai jumpa dengan jelajah wisata lainnya dengan objek wisata yang berbeda. *Upi


Kampus Akademi Pariwisata Majapahit
Kampus Mojokerto | Jl. Raya Jabon KM 07, Mojokerto
E-mail : akparmajapahit@gmail.com

Graha Tristar | Jl. Raya Jemursari 244, Surabaya
Telp. (031) 8480821-22. 8433224-25. 8410109
Hp. 081233752227, 081234506326
Blackberry PIN : 2A1CE131 ; 2B517ECB ; 2B425821 ; 53B4EFD8
Fax. (031) 8432050
www.majapahit.org / www.matoa.info

Tidak ada komentar:

Posting Komentar