twitter
Jln. Raya Jemursari 244. Surabaya.
Info: 081234506326 - 081233752227.
PIN BB: 53B4EFD8 - 2A1CE131

Pages

Kamus Boga (part. 1) - Kenali Bumbu & Kegunaannya Dalam Dapur Kuliner



Kamus Boga (part. 1)
Kenali Bumbu & Kegunaannya Dalam Dapur Kuliner

Tidak bisa dipungkiri, bumbu ataupun rempah-rempah merupakan kunci dari kelezatan citarasa suatu hidangan. Yuk kenali beberapa bumbu ataupun rempah-rempah yang populer dan sering digunakan dalam dapur kuliner:


Merica Hitam (BlackPepper), rempah dari biji merica hijau / muda yang dikeringkan ini memiliki butiran berwarna gelap dan permukaannya keriput lapisan hitam. Merica hiam beraroma lebih tajam dan bercitarasa lebih pedas. Rasa pedas disebabkan oleh adanya alkaloid piperine, chavisine dan piperettine. Dalam pemakaiannya, selain dalam bentuk butiran juga ada yang bubuk. Rempah ini paling banyak digunakan pada semua jenis masakan. Untuk menjaga aroma dan rasanya agar tetap utuh, umumnya merica hitam ditambahkan pada akhir memasak. 

Ketumbar (Coriander), rempah populer berbentuk bulat kecil berdiameter 1-2 mm mirip dengan merica namun lebih bertekstur dan lebih lunak sehingga mudah rapuh. Tak banyak yang tahu kalau sebenarnya rempah ini berasal dari Eropa Selatan dan sekitar laut Kaspia. Penggunaan biji ketumbar dalam masakan untuk menambahkan rasa masakan menjadi lebih beraroma gurih. Banyak jenis masakan Indonesia yang menggunakan ketumbar sebagai bumbu dasarnya, seperti bumbu bacem, sayur lodeh, ataupun tempe mendoan agar rasanyalebih mantap. Pemakaiannya, sangrai biji ketumbar terlebih dahulu sebelum dipakai dan haluskan dengan bumbu lainnya. Biji ketumbar banyak dijual dalam keadaan butiran utuh dan ada pula yang berupa bubuk dan dikemas dalam botol plastik.
Adas Manis (caraway), dikenal dengan sebutan anis atau istilah latinnya Pimpinella Anisum. Rempah ini berbentuk lonjong mungil dengan panjang 3-5 mm dan memiliki rasa agak pahit walaupun namanya adas manis dengan aroma harum yang sangat khas. Dalam pemakaiannya, rempah ini disangrai terlebih dahulu, lalu dihaluskan dengan bumbu lainnya. Biasanya digunakan sebagai bumbu penyedap pada beberapa jenis masakan, kue-kue dan sebagai campuran minuman beralkohol.
 

Jinten (Cumin) sepintas rempah kering ini mirip adas. Bentuknya memanjang seperti beras berwarna cokelat, aromanya harum dan rasanya agak manis. Jinten banyak dimanfaatkan sebagai bumbu dasar berbagai masakan Asia terutama India. Di Indonesia juga banyak yang menggunakan jintan sebagai bumbu masakan, seperti gulai, opor, kari, soto, dll. Dalam pemakaiannya, rempah ini disangrai terlebih dahulu, lalu dihaluskan dengan bumbu lainnya. Jintan dijual dalam bentuk biji kering yang berbentuk. Namun ada pula jintan yang dijual dalam bentuk bubuk dan sudah dikemas dalam botol plastik.

Asam Kandis berasal dari kulit buah sejenis jeruk limau yang dikeringkan hingga berwarna kehitam-hitaman, banyak digunakan dalam masakan khas Sumatera seperti Rendang, Gulai atau Kari. Namun karena rasanya yang masam, banyak pula digunakan sebagai campuran selai, serta dibuat acar bahkan sebagai pewarna. Pemakaiannya, cukup masukkan 1-2 buah asam kandis ke dalam masakan, lalu masak dengan bumbu lainnya. Agar tahan lama, sebaiknya simpan asam kandis dalam stoples tertutup dan masukkan ke dalam lemari es agar tidak berjamur.
Pekak (Star anise), bentuk rempah yang satu ini cukup unik, seperti bintang delapan, ujungnya berisi biji pipih dan aromanya harum. Dalam penggunaanya, banyak dipakai di dapur Cina atau Vietnam dan kadang juga digunakan dalam beberapa masakan Indonesia. Biasanya digunakan untuk masakan daging, unggas, ikan atau aneka saus.
 

Cengkeh (Cloves), rempah asli Indonesia yang dikeringkan ini memiliki aroma yang sangat tajam. Namun penggunaannya tak hanya digunakan pada masakan Indonesia bahkan masakan Eropa banyak menggunakan cengkeh. Dalam pemakaiannya dapat digunakan sebagia bumbu masakan baik dalam bentuk utuh maupun sebagai bubuk. Berbagai masakan yang menggunakan cengkeh sebagai pelengkap bumbunya salah satu adalah kari. Cengkeh utuh juga sering digunakan sebagai pelengkap masakan atau hiasan seperti pada kue nastar. Juga dapat digunakan sebagai penambah aroma saat membuat kolak pisang yang digabungkan dengan kayu manis.
Kapulaga (cardamon), sejenis rempah yang dihasilkan dari biji beberapa tanaman dari genera Elettaria dan Amomum dalam keluarga Zingiberaceae (keluarga jahe-jahean). Berbentuk gelendong kumparan, dengan kulit luar yang tipis, dan biji hitam yang kecil. Kapulaga sering digunakan sebagai rempah (bumbu) untuk masakan tertentu seperti hidangan dari Timur Tengah dan juga untuk campuran jamu atau obat-obatan herbal tradisional. Pemakaiannya, cukup memarkan kapulaga dan sangrai terlebih dahulu agar aromanya harum. Simpan dalam wadah tertutup yang kedap udara.


Kampus Akademi Pariwisata Majapahit
Kampus Mojokerto | Jl. Raya Jabon KM 07, Mojokerto
E-mail : akparmajapahit@gmail.com

Graha Tristar | Jl. Raya Jemursari 244, Surabaya
Tel. (031) 8480821-22. 8433224-25. 8410109
Hp. 081233752227, 081234506326
Blackberry PIN : 2A1CE131 ; 2B517ECB ; 2B425821 ; 53B4EFD8
Fax. (031) 8432050

Tidak ada komentar:

Posting Komentar